Catatan Orang Awam

aku ini hanya seperti anak kecil yang bermain di tepi laut yang menemukan batu halus dan kerang yang lain dari biasanya, tetapi samudera kebenaran itu sendiri tetap tertutup bagiku. -Isaac Newton-
Total Pageviews
Flag Counter SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Fakta Fakta Ilmiah Al Qur’an

Fakta Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenarannya yang banyak ditemukan oleh para ilmuwan. Setiap Rasul yang diutus Allah SWT kepada manusia dibekali dengan keistimewaan-keistimewaan yang disebut mukjizat. Mukjizat ini bukanlah kesaktian ataupun tipu muslihat untuk memperdayai umat manusia, melainkan kelebihan yang Allah SWT berikan untuk meneguhkan kedudukan para Rasulnya dan mempertegas seruan (dakwah) mereka agar manusia beriman kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya (tauhid).

Namun mukjizat setiap nabi dan Rasul berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan karakter dan kondisi kaumnya yang menjadi objek dakwah. Lalu, apakah mukjizat Nabi Muhammad saw?

Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw, yang terbesar adalah Al Qur’an. Al Qur’an adalah kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Al Qur’an bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia.

Salah satu keajaiban Al Qur’an, adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti.
Otentisitas Al Qur’an sudah dijamin oleh Allah SWT, seperti dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” [QS Al-Hijr : 9]

Bukti otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Al Qur’an yang terus lahir ke dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah berhenti. Kejaibannya, meski Al Qur’an diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Al Qur’an yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah eksperimen penelitian ilmiah.


Berikut beberapa fakta ilmiah Al Qur’an yang dihimpun dari berbagai sumber, di mana berbagai penemuan ilmiah saat ini ternyata sesuai dengan ayat-ayatnya.

1. Fakta Tentang Besi





Besi adalah salah satu logam berat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Dalam Al Qur’an surat Al Hadiid ayat 25 menjelaskan bahwa Allah menurunkan besi yang memiliki kekuatan hebat dan memiliki banyak manfaat bagi manusia.


“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan (anzalnaa) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” [QS Al Hadiid : 25]



Dalam ayat ini, kata “anzalnaa” memiliki arti “kami turunkan” digunakan untuk menunjuk besi. Apabila diartikan secara kiasan kata “anzalnaa” menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia.

Apabila mengartikan kata itu secara harfiah, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, maka diperoleh arti bahwa besi diturunkan dari langit. Beberapa ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran ayat itu. Partikel besi tidak berasal dari bumi melainkan berasal dari benda-benda luar angkasa.

Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Al Qur’an yang membahas dan menjelaskan tentang besi.
Salah satunya, “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” [QS An-Nahl : 81]


2. Fakta Penciptaan Berpasang-pasangan

Surat Yaasin ayat 36 menjelaskan, Allah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasang. Dalam ayat lain, Allah SWT juga berfirman, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” [QS Adz-Zaariyat : 49]

Menurut ayat ini, Allah menciptakan yang berpasangan tidak hanya manusia, melainkan segala sesuatu yang tumbuh dari bumi dan berbagai partikel yang tidak terlihat mata.

Seorang ilmuwan asal Inggris, Paul Dirac, berhasil melakukan penelitian yang membuktikan bahwa materi diciptakan secara berpasangan. Penemuannya dinamakan ‘Parite. Dia memperoleh Nobel di bidang fisika pada tahun 1933 karena penemuannya itu.


3. Fakta Tentang Garis Edar Tata Surya

Matahari, planet, satelit dan benda langit lainnya bergerak dalam garis edarnya masing-masing. Al Qur’an surat Al Anbiya ayat 33 dan surat Yaasin ayat 38 menjelaskan mengenai fakta ilmiah itu dan terbukti kebenarannya.

Banyak ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan tentang alam semesta dan tata surya. Beberapa di antaranya seperti:

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” [QS Al Anbiya : 33]

“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” [QS Yaa Siin : 38]

“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” [QS Yaa Siin : 39]

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [QS Yaa Siin : 40]

Pengamatan astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini. Menurut ahli astronomi, matahari bergerak sangat cepat dengan kecepatan mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex.

Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta juga berada dalam suatu gerakan serupa.


4. Fakta Tentang Penciptaan Manusia dalam 3 Tahap

Dalam Al Qur’an surat Az Zumar ayat 6 dijelaskan, manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan.

“Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” [QS Az Zumar : 6]

Perkembangan ilmu Biologi modern telah berhasil mengungkap petunjuk dari ayat itu. Pertumbuhan bayi di dalam rahim melewati tiga tahap (tiga kegelapan). Al Qur’an menggunakan istilah ‘kegelapan’ karena memang proses penciptaan manusia dalam perut ibu terjadi di dalam rahim yang gelap.
Tahap-tahap itu,
  • Pertama, tahap Pre-embrionik, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel kemudian menjadi segumpalan sel yang membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot, sel-sel penyusunnya mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk tiga lapisan.
  • Kedua, tahap Embrionik yang berlangsung lima setengah minggu. Bayi pada tahap ini disebut “embrio”. Organ dan sistem tubuh bayi juga mulai terbentuk.
  • Ketiga, tahap fetus yang dimulai sejak kehamilan bulan 8 hingga lahir. Pada tahap ini bayi telah menyerupai manusia dengan wajah, kedua tangan dan kakinya.


5. Fakta Tentang Jenis Kelamin Bayi

Hasil penemuan ilmu genetika abad 20 menjelaskan bahwa jenis kelamin seorang bayi ditentukan oleh air mani dari pria. Dalam air mani pria terdapat kromosom x yang berisi sifat-sifat kewanitaan dan kromosom y berisi sifat kelaki-lakian. Sedangkan dalam sel telur wanita hanya mengandung kromosom x yang mengandung sifat-sifat kewanitaan. Jenis kelamin seorang bayi tergantung pada sperma yang membuahi, apakah mengandung kromosom x atau y.

Al Qur’an telah menjelaskan fakta itu dalam surat An Najm ayat 45-46, “Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.”

Sebelum penemuan itu diperoleh, masyarakat menganggap bahwa penentu jenis kelamin berasal dari wanita.


6. Fakta Tentang Sidik Jari Manusia

Setiap manusia memiliki ciri sidik jari yang unik dan berbeda antara satu orang dengan lainnya. Keunikan sidik jari baru ditemukan pada abad 19. Sebelum penemuan itu, sidik jari hanya dianggap sebagai lengkungan biasa yang tidak memiliki arti.

Al Qur’an surat Al Qiyaamah ayat 3-4 menjelaskan tentang kekuasaan Allah SWT untuk menyatukan kembali tulang belulang orang yang telah meninggal, bahkan Allah juga mampu menyusun kembali ujung-ujung jarinya dengan sempurna.

“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?”
“Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.” [QS Al Qiyamah : 3-4]


7. Fakta Tentang Menyusui Bayi Selama 2 Tahun

Air susu ibu atau ASI sangat bermanfaat bagi bayi. ASI adalah sumber makanan terbaik bagi bayi dan mengandung zat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Tidak ada susu buatan manusia yang mampu menandingi kualitas ASI.

Al Qur’an surat Luqman ayat 14 menganjurkan manusia untuk berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Surat ini menjelaskan bahwa waktu yang terbaik untuk memberikan ASI bagi seorang bayi adalah 2 tahun karena memberikan banyak manfaat.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” [QS Luqman : 14]


8. Fakta Tentang Relativitas Waktu

Albert Einstein pada awal abad 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu. Teori ini menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Waktu dapat berubah sesuai dengan keadaannya. Beberapa ayat dalam Al Qur’an juga telah megisyaratkan adanya relativitas waktu ini, di antaranya dalam Al Qur’an surat Al Hajj ayat 47, surat As Sajdah ayat 5 dan Al Qur’an surat Al Ma’aarij ayat 4.

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” [QS Al Hajj : 47]

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” [QS As Sajdah : 5]
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” [QS Al Ma’arij : 4]

Beberapa ayat Al Qur’an lainnya menjelaskan, manusia terkadang merasakan waktu secara berbeda, waktu yang singkat dapat terasa lama dan begitu juga sebaliknya.


9. Fakta Tentang Gunung

Gunung tidak hanya memperindah pemandangan. Dikaji dari ilmu geologi, gunung berfungsi sebagai penyeimbang bumi dari goncangan. Gunung muncul karena tumbukan lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip ke bawah sedangkan lempengan yang lemah melipat ke atas membentuk dataran tinggi dan gunung.

Al Qur’an menjelaskan fungsi gunung dalam beberapa ayat di antaranya dalam surat Al Anbiyaa ayat 21 dan surat An Naba’ ayat 6-7. Gunung diibaratkan sebuah paku yang menjadikan lembaran kayu tetap saling menyatu.

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” [QS Al Anbiya : 31]
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” [QS An Naba’ : 6-7]


10. Fakta Tentang Dasar Lautan yang Gelap

Manusia tidak mampu menyelam di laut dengan kedalaman di bawah 40 meter tanpa peralatan khusus. Dalam sebuah buku berjudul Oceans juga dijelaskan, pada kedalaman 200 meter hampir tidak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman 1000 meter tidak terdapat cahaya sama sekali.

Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi canggih. Namun Al Qur’an telah menjelaskan keadaan dasar lautan semenjak ribuan tahun lalu sebelum teknologi itu ditemukan. Al Qur’an surat An Nur ayat 40 menjelaskan mengenai fakta ilmiah ini.

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” [QS An Nuur : 40]


ya, pembuktian yang diatas adalah sebagian kecil, dari Kebesaran-Nya Yang Tidak Terbatas.
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya
Segala puji bagi Allah pencipta semesta alam




Sumber

Melatih Ingatan Agar Lebih Cerdas

Melatih Ingatan Agar Lebih Cerdas



Banyak orang mengeluh lupa nama kawan, tidak mampu mengingat di mana menaruh kunci atau dompet, bahkan ketika tiba di sebuah toko tidak ingat mau membeli apa. Kalau sudah begini, biasanya kita jadi kesal, uring-uringan.

‘Lupa ingatan’ seperti ini biasanya terkait dengan memori biasa. Kebanyakan orang beranggapan bahwa memori biasa bertanggungjawab atas tingkat intelegensinya. Bila mereka menemui masalah dalam berpikir, mereka menyalahkan memori biasa dan tidak mencoba melihatnya lebih jauh.

Sebenarnya, menurut Barry Gordon, kemampuan mengingat fakta-fakta tidak terlalu berkaitan dengan kecerdasan. Orang-orang yang mampu mengingat banyak fakta tidak selalu lebih cerdas. Ada orang yang mudah mengingat fakta-fakta, tapi tidak cukup cerdas untuk menarik hal penting dari fakta-fakta tersebut. Sementara itu, ada orang yang memori-biasanya lemah, seperti pengidap amnesia, ternyata mampu mempertahankan inteligensinya. Mengapa begitu? Sebab pengidap amnesia masih memiliki apa yang disebut memori inteligen.

Apa yang dimaksud memori inteligen ialah memori yang “merekatkan” pemikiran kita—dan potongan memori-memori biasa—menjadi satu. Memori inteligen berkaitan dengan apa yang disebut pemikiran kritis atau kreatif. Orang-orang yang cerdas memiliki memori inteligen yang lebih terasah.

Buku karya Barry Gordon dan Lisa Berger (Esensi, 2011) yang berjudul Memori Inteligen menguraikan dengan jernih banyak aspek dari memori. Menurut Gordon, setidaknya ada tiga unsur penting dalam memori inteligen. Pertama, potongan-potongan memori. Ragamnya bisa berupa pengalaman, informasi, dan pengetahuan. Kedua, koneksi-koneksi di antara potongan-potongan memori tersebut. Ketiga, proses mental yang menggabungkan potongan dan koneksi itu sehingga melahirkan pemikiran yang lebih canggih.

Yang menarik, Barry menyebutkan bahwa memori inteligen dapat bertambah kuat seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman. Ini berbeda dengan memori biasa yang justru menurun bila kita semakin tua. Nah, kita sering mengabaikan kemajuan memori inteligen. Begitu pula, banyak orang tidak memahami bahwa memori inteligen inilah yang berpengaruh atas tingkat kecerdasan kita.


Para genius, seperti diungkapkan dalam buku Ketika Mozart Kecil Memainkan Jemarinya (Gramedia, 2011), memiliki keunggulan dalam mengenali pola-pola suatu persoalan. Apa yang tampak rumit di mata banyak orang akan terlihat lebih mudah di hadapan para genius. Mereka paham betul bagaimana memanfaatkan kekuatan memori inteligen yang bekerjanya memang lebih tersembunyi. Ini terkait dengan kemampuan memori inteligen mereka.

Mengapa memahami memori inteligen penting? Sebab, dalam kehidupan sehari-hari, memori inilah yang membantu kita menulis laporan yang rapi, memutuskan investasi mana yang akan diambil, merundingkan harga dengan pemasok, dan banyak lagi. Memori ini membantu kita mengatasi masalah, memberi kita pemahaman, dan membuat kita berpikir kreatif.

Bagaimana melepaskan energi mental ini? Tidak seperti dugaan kebanyakan orang, kata Gordon, pemikiran cerdas bukan suatu cetusan energi mental yang tak dapat dijelaskan dan dikendalikan. Pemikiran cerdas juga bukan hanya milik orang-orang yang dianggap genius. Dalam buku ini, Gordon membukakan jalan tentang apa yang seharusnya kita lakukan apabila ingin memperkuat memori inteligen kita.

Sebelum belajar, Gordon mengajak kita untuk menguji kemampuan memori inteligen kita dengan menyodorkan sejumlah latihan. Salah satu pernyataan uji yang diajukan berbunyi: “Ketika para politisi berusaha untuk tetap berdiri di tengah jalan, mereka akan ditabrak dari kedua sisi.” Bagaimana respon Anda? Apakah Anda mengetahui maksud pernyataan itu dengan seketika, atau butuh beberapa detik untuk memahaminya, atau bengong, ‘Apa ya maksudnya?’

Tentu saja tidak ada jalan pintas untuk menguatkan memori inteligen. Gordon mengajak kita untuk melewati tahap demi tahap dalam mengasah kemampuan memori ini. Ia juga menunjukkan jalan untuk mencegah kesalahan mental dalam berpikir. Gordon telah menyingkapkan rahasia yang berguna untuk memperkuat kerja kreatif kita. ***




Sumber

Kajian Emisi CO₂

KAJIAN EMISI CO2 MENGGUNAKAN PERSAMAAN MOBILE 6
DAN MOBILE COMBUSTION 


Teori

Transportasi
Transportasi secara umum diartikansebagai perpindahan barang atau orang dari satu tempat ke tempat yang lain. Sedangkan menurut Sukarto (2006), transportasi atau perangkutan adalah perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat pengangkutan, baik yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan (kuda, sapi, kerbau), atau mesin.
Transportasi merupakan sumber utama dari pencemaran udara di pusat perkotaan. Kegiatan transportasi menyumbangkan kira-kira 45%, 50% dan 90% dari NOx, total HC dan emisi CO (Olsson, 1994). Meskipun perkembangan teknologi terbaru secara signifikan dapat mengurangi jumlah emisi, namum tingkat kenaikan dari jumlah kendaraan bermotor yang cukup tinggi dan jauhnya jarak perjalanan membuat hal tersebut tidak berguna lagi (Carbajo dan Faiz, 1994).

Emisi dari Kegiatan Transportasi
Emisi adalah zat, energy dan atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk dan atau dimasukkannya ke dalam udara ambient yang mempunyai dan atau tidak mempuyai potensi sebagai unsur pencemar (PP No. 41 Tahun 1999). Satuan emisi umumnya berupa kg/tahun, m/hari atau satuan massa atau volume/satuan waktu. Emisi karbon merupakan jumlah total karbon yang dihasilkan dari suatu kegiatan. Emisi yang dihasilkan dapat berupa gas CO maupun gas CO2 (yang termasuk sebagai gas rumah kaca) yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung dari kegiatan manusia dan secara umum satuannya dinyatakan dalam setara ton karbon dioksida (CO2). Emisi karbon, khususnya emisi gas CO2, merupakan Gas Rumah Kaca (GRK) yang dapat memperbesar Efek Rumah Kaca (ERK) yang pada akhirnya akan meningkatkan suhu rata-rata permukaan bumi yang dikenal juga dengan pemanasan global. (SME-ROI, 1996).

Karbon Dioksida (CO2)
Karbon dioksida (CO2) merupakan sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon. CO2 ini berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standar dan berada di atmosfer bumi. Karbondioksida adalah hasil dari pembakaran senyawa organic jika cukup jumlah oksigen yang ada. Karbondioksida juga dihasilkan oleh berbagai mikroorganisme dalam fermentasi dan dihembuskan oleh hewan. Tumbuhan menyerap karbondioksida selama fotosintesis. Oleh karena itu sebagai gas rumah kaca dan dalam konsentrasi yang rendah, CO2 merupakan komponen penting dalam siklus karbon. Selain dihasilkan dari hewan dan tumbuhan, CO2juga merupakan hasil samping pembakaran bahan bakar fosil. Karbon dioksida merupakan sebagian besar gas yang bertanggung jawab atas efek rumah kaca di atmosfer dengan perkiraan 50% mungkin merupakan CO2. Rata-rata konsentrasi CO2 di atmosfer bumi kira-kira 387 ppm, jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu.

Gas Rumah Kaca
Gas rumah kaca adalah gas-gas di atmosfer yang dapat menyebabkan terjadinya efek rumah kaca. Gas rumah kaca ini sudah ada sejak terbentuknya bumi. Gas ini masuk ke permukaan bumi melalui proses alami dan juga akibat adanya kegiatan manusia yang berupa pembakaran bahan bakar minyak, gas, batubara dan juga pembakaran hutan.
Gas-gas rumah kaca yang utama adalah CO2  (Karbon dioksida), CH4  (Metana), N2O (Dinitro Oksida), HFCs (Hidroflorokarbon), PFCs (Perflorokarbon) dan SF6 (Sulfurheksaflorida) di atmosfer. Meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer akan menahan lebih banyak radiasi matahari melebihi radiasi yang dibutuhkan bumi sehingga akan terjadi peningkatan suhu permukaan bumi.

Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca memegang peranan penting dalam melindungi kelangsungan makhluk hidup di muka bumi. Disebut sebagai pelindung karena gas karbondioksida, metana dan jenis lainnya termasuk uap air dalam konsentrasi seimbang berfungsi menahan energy panas matahari yang memancarkan sinarnya ke bumi sehingga permukaannya selalu dalam kondisi hangat. Efek rumah kaca merupakan suatu keadaan yang timbul akibat semakin banyaknya gas buang ke lapisan atmosfer kita yang memiliki sifat penyerap panas yang ada, baik yang berasal dari pancaran sinar matahari maupun panas yang ditimbulkan akibat dari pendinginan bumi, radiasi solar dan radiasi panas tersebut kemudian dipancarkan kembali ke permukaan bumi. Panjang gelombang yang dapat diserap dan terperangkap oleh gas rumah kaca adalah untuk panjang gelombang yang lebih besar dari 1200A (sinar infra merah).
Efek rumah kaca sebetulnya dibutuhkan untuk menjaga suhu di dalam planet agar tetap hangat. Namun, masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer meningkat sehingga semakin banyak energi panas yang seharusnya terpantulkan tidak dapat keluar dan kembali ke bumi. Sisa panas yang berkumpul kembali ke bumi inilah yang menyebabkan peningkatan suhu rata-rata bumi dan menyebabkan pemanasan global (global warming) (Soedomo, 2001).

Bahan Bakar dan Pembakaran
Pembakaran didefinisikan sebagai proses oksidasi senyawa baik organik maupun non organik dengan adanya oksigen membentuk CO2 dan air (H2O). Tujuan dari pembakaran adalah:
  1. Mengurangi emisi gas
  2. Pengendalian terhadap bau
  3. Mengurangi resiko kebakaran dari bahan mudah terbakar.

Dalam proses pembakaran, terdapat tiga komponen yang harus diperhatikan, yaitu:
  1. Fuel (bahan bakar), merupakan senyawa yang apabila dibakar akan melepaskan energi yang berasal dari ikatan kimia yang pecah atau terurai, misalnya dalam hal ini dianggap reaksi pembakaran sempurna, reaksi: C8H18+ 12½ O2→ 8 CO2 + 9 H2O
  2. Oksigen (O2), proses pembakaran dapat dilakukan apabilaterdapat oksigen (O2). Sumber utama oksigen berasal dari udara ambien (sekitar 21% oksigen terdapat di udara bebas).
  3. Pengencer (dilusent), umunya dalam proses pembakaran oksigen diambil dari udara bebas, dimana di udara bebas ini terdapat gas-gas lain, misalnya N2yang besarnya sekitar 79% dari udara bebas. Udara pengencer ini tidak ikut dalam proses pembakaran, tetapi beraksi sendiri (N2membentuk gas NO) (Boedisantoso, 2002).
Bahan bakar diartikan sebagai bahan yang apabila dibakar dapat meneruskan proses pembakaran tersebut dengan sendirinya, disertai dengan pengeluaran energi. Bahan bakar yang biasa digunakan adalah bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi).
Macam-macam bahan bakar yang digunakan pada kendaraan bermotor umumnya, antara lain:
1. Bensin atau Gasolin atau Premium
Bensin adalah bahan bakar minyak yang pada dasarnya merupakan bahan bakar cair, yang diperoleh dari sumber alam dengan cara penambangan dan melalui proses destilasi. Komponen bahan bakar minyak berbeda-beda dari suatu penambangan dengan penambangan lainnya, tetapi pada umumnya mempunyai limit komponen yang relative konstan, dengan prosentase karbon (C) sebesar 83-87% dan prosentase hydrogen CH sebesar 11-14%.

2. Bahan Bakar Diesel
Bahan bakar diesel atau minyak diesel dipakai untuk mengoperasikan mesin diesel atau compression ignition engine. Mutunya ditentukan oleh angka cetana. Makin tinggi angka cetana, makin tinggi kemampuan kerja yang diberikan oleh bahan bakar diesel. Angka cetana adalah besarnya kadar volume cetana dalam campurannya dengan metilnaphtalen. (Arend, 1990).


Faktor Emisi Kendaraan Bermotor

Faktor Emisi  adalah adalah nilai representatif yang menghubungkan kuantitas suatu polutan yang dilepaskan ke atmosfer dari suatu kegiatan yang terkait dengan sumber polutan. Faktor-faktor ini biasanya dinyatakan sebagai berat polutan dibagi dengan satuan berat, volume, jarak, atau lamanya aktivitas yang mengemisikan polutan (misalnya, partikel yang diemisikan gram per liter bahan bakar yang dibakar).
Faktor emisi dapat juga didefinisikan sebagai sejumlah berat tertentu polutan yang dihasilkan oleh terbakarnya sejumlah bahan bakar selama kurun waktu tertentu. Definisi tersebut dapat diketahui bahwa jika faktor emisi suatu polutan diketahui, maka banyaknya polutan yang lolos dari proses pembakarannya dapat diketahui jumlahnya per satuan waktu.
Untuk sumber bergerak faktor emisi dapat dinyatakan dalam unit :
  1. Gram/kilometer (g/km), gram menyatakan banyaknya pencemar yang akan diemisikan dan km menyatakan jarak tempuh kendaraan dalam waktu tertentu.
  2. Gram/kilogram (g/kg), gram menyatakan banyaknya pencemar yang akan diemisikan dan kg menyatakan kuantitas bahan bakar yang digunakan.
  3. Gram/joule (g/J), gram menyatakan banyaknya pencemar yang akan diemisikan dan Joule menyatakan energy yang digunakan.
Tabel 2 dan Tabel 3 adalah tabel faktor emisi untuk CO2 dari beberapa bahan bakar dan beberapa kendaraan yang berbeda.

Tabel Faktor Emisi CO2 Berdasarkan Jenis Bahan Bakar


CO2 Emission Factors (kg/TJ)
Fuel Default Lower Upper
Gasoline
69300 67500 73000
Other Kerosene
71900 70800 73600
Gas/Diesel Oil
74100 72600 74800
Residual Fuel Oil
77400 75500 78800
Liquefied Petroleum Gases
63100 61600 65600
Natural Gas
56100 54300 58300
Other Oil
Refinery Gas
57600 48200 69000
Paraffin Waxes
73300 72200 74400
White Spirit & SBP
73300 72200 74400
Other Petroleum Products
73300 72200 74400
Sumber : IPCC Guidence 2006


Tabel Faktor Emisi CO2 Berdasarkan Jenis Kendaraan
Kategori CO (g/km) HC (g/km) NOx (g/km) PM10 (g/km) CO2 (g/km BBM) SO2 (g/km)
Sepeda Motor
14 5,9 0,29 0,24 3180 0,008
Mobil (bensin)
40 4 2 0,01 3180 0,026
Mobil (solar)
2,8 0,2 3,5 0,53 3172 0,44
Bis
11 1,3 11,9 1,4 3172 0,93
Truk
8,4 1,8 17,7 1,4 3172 0,82
Sumber : Suhadi dalam Srikandi, 2008


Energy Content
Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Energy Contents (kandungan energy) adalah istilah yang digunakan untuk jumlah energy yang tersimpan dalam system tertentu atau ruang wilayah per satuan volume.
Tabel 4 menunjukkan suatu ukuran relative dari jumlah zat-zat yang dapat setara dalam memproduksi hasil yang dibutuhkan.

Tabel Energy Content
Energy Content
Electricity
Hydro

Nuclear (typical value)
3,6

11,6
MJ/kWh

MJ/kWh
Steam

Natural Gas

Ethane (liquid)

Propane (liquid)

2,33

37,23

18,36

25,53
MJ/kg

MJ/m3

MJ/l

MJ/l
Coal
Anthracite

Bituminous

Sub-bituminous

Lignite

Average domestic use

27,7

27,7

18,8

14,4

22,2

MJ/kg

MJ/kg

MJ/kg

MJ/kg

MJ/kg

Petroleum Products
Aviation Gasoline

Motor Gasoline

Kerosene

Diesel

Light fuel oil

Heavy fuel oil
33,62

34,66

37,68

38,68

38,68

41,73
MJ/l

MJ/l

MJ/l

MJ/l

MJ/l

MJ/l
Sumber : Aube, 2001 (CANMET Energy Diversification Research Laboratory, 2001).


Prediksi Emisi CO2
Sebelum menghitung prediksi emisi CO2, sebelumnya perlu diketahui jumlah kendaraan dan jumlah bahan bakar pada tahun yang diinginkan. Dengan diketahuinya jumlah kendaraan dan jumlah bahan bakar pada tahun yang akan datang, maka baru dapat dihitung prediksi emisi CO2 di suatu Kota.

Proyeksi jumlah kendaraan/bahan bakar yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode regresi linier sederhana. Persamaan yang digunakan adalah :

(Draper and Smith, 1992)

Setelah diketahui proyeksi jumlah kendaraan dan proyeksi jumlah bahan bakar pada tahun
yang akan datang maka selanjutnya dapat dihitung emisi CO2 dengan menggunakan persamaan
mobile6 dan mobile combustion.


Faktor Konversi Kendaraan
Jumlah kendaraan yang akan dianalisis adalah total jumlah kendaraan tiap tahunnya
kemudian dikonversi ke smp dengan cara mengalikan jumlah kendaraan dengan faktor konversi.
Perhitungan dilakukan dengan persamaan 4 berikut.
n = m x FK
Dimana :
n = jumlah kendaraan setelah dikonversi (smp)
m  = jumlahkendaraan sebelum dikonversi (kendaraan)
FK  = Faktor Konversi (smp/kendaraan)

Untuk memudahkan dalam analisis perhitungan dan keseragaman maka pengaruh tersebut
dikonversikan terhadap kendaraan ringan (Light Vehicle Unit/LVU), digantikan dengan satuan
mobil penumpang (smp) sehingga timbul nilai faktor jenis kendaraan tersebut terhadap smp.
Dengan menggunakan ekivalensi, kita dapat menilai setiap jenis kendaraan ke dalam smp. Menurut
Indonesia Highway Capacity Manual Part 1 Urban Road No. 09/T/BNKT/1993, pemakaian praktis
nilai smp tiap jenis kendaraan digunakan nilai standar seperti pada Tabel 5 berikut.

Tabel Konversi Jenis Kendaraan ke Satuan Mobil Penumpang
No.
Jenis Kendaraan
smp
1
Sepeda Motor
0,25
2
Kendaraan Ringan
1,00
3
Kendaraan Berat
1,20

Model Emisi CO2 dari Transportasi
Model emisi dari kegiatan transportasi, saat ini telah banyak dikembangkan dan
dipergunakan. Namun model-model yang telah ada tersebut ada yang dapat diterapkan di Indonesia,
adapula yang sulit untuk diterapkan karena keterbatasan data di Indonesia. Model-model yang akan
digunakan dalam perhitungan di Tugas Akhir ini adalah :

Mobile Combustion
Mobile Combustion merupakan suatu permodelan udara dengan suatu perhitungan matematis untuk memprediksi emisi  karbon dioksida (CO2).  Perhitungan emisi CO2 menggunakan jumlah bahan bakar yang dikonsumsi . Emisi CO2  dihitung berdasarkan jumlah dan jenis bahan bakar dikalikan dengan faktor emisi CO2.  Berikut ini adalah persamaan 5 dan persamaan 6.


(IPCC, 2006)


Dalam persamaan mobile combustion ini terdapat beberapa input data, beberapa input tersebut antara lain :
  1. Jumlah bahan bakar didapatkan dari keseluruhan jumlah bahan bakar yang ada di suatu Kota berdasarkan data yang terdapat dari PT. Pertamina.
  2. Faktor emisi CO2 untuk tiap jenis bahan bakar (kg/TJ), didapatkan dari jurnal yang dikeluarkan berdasarkan IPCC Guidence 2006.

Mobile 6
Mobile 6 merupakan suatu permodelan udara dengan suatu perhitungan matematis untuk memprediksi emisi karbon dioksida (CO2) dari mobil, truk, sepeda motor dalam berbagai kondisi yang mempengaruhi tingkat emisi yang digunakan, misalnya temperatur udara ambien, kecepatan rata-rata lalu lintas, dll. Perhitungan mobile 6 ini berdasarkan atas jenis kendaraan yang dikelompokkan menurut jenis bahan bakarnya masing masing.
Berikut adalah persamaan 7, persamaan 8, persamaan 9, persamaan 10 dan persamaan 11.




Perhitungan total emisi kendaraan berdasarkan jenis bahan bakar :


(Jennifer and Ata dalam Boedisantoso, 2010)


Dalam persamaan mobile 6 ini terdapat beberapa input data, beberapa input tersebut antara lain :
1.  Fraksi kendaraan
Fraksi kendaraan didapatkan dari hasil perbandingan jumlah tiap jenis kendaraan dengan total keseluruhan jumlah kendaraan yang dikelompokkan berdasarkan bahan bakarnya.
2.  Faktor emisi
Faktor emisi disini menggunakan faktor emisi dari Indonesia yang diukur oleh Suhadi (2008) dan faktor emisi yang didapat dari perhitungan uji emisi.
3.  Total jumlah kendaraan bermotor
Total jumlah kendaraan bermotor didapatkan dengan menjumlahkan keseluruhan jumlah kendaraan yang dikelompokkan berdasarkan bahan bakarnya.
4.  Rata-rata bahan bakar per kendaraan
Rata-rata bahan bakar per kendaraan didapatkan dari total jumlah bahan bakar tiap jenisnya (bensin dan solar) yang ada di suatu kota dibagi dengan total jumlah kendaraan yang dikelompokkan tiap jenis bahan bakarnya.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Sebelum melakukan perhitungan emisi karbon dioksida dengan menggunakan mobile 6 dan mobile combustion, data yang telah ada terlebih dahulu diproyeksikan. Setelah diproyeksikan sampai dengan tahun 2020, data-data tersebut baru diolah dengam rumus yang tersedia. Tabel 6 adalah data jumlah kendaraan sepeda motor yang tersedia sebelum diproyeksi ulang.

Perhitungan dalam memproyeksikan jumlah kendaraan (dalam hal ini adalah sepeda motor) adalah sebagai berikut :
1.  Menghitung nilai b1 dan b0menggunakan persamaan 12 dan persamaan 13 berikut.
Data jumlah kendaraan dan jumlah bahan bakar tersedia mulai tahun 2000 sampai dengan
tahun 2010.

  Menghitung jumlah kendaraan (sepeda motor) tahun 2011 menggunakan persamaan 14 berikut.
  Didapatkan nilai R
  Dihitung satu per satu jumlah kendaraan sepeda motor mulai tahun n sampai dengan tahun n.


Perhitungan dengan persamaan Mobile Combustion :


  Perhitungan ini menggunakan Faktor Emisi (IPCC Guidence, 2006)
1.  Ringkasan BBM suatu Kota Tahun n – 2020
BBM suatu Kota yang telah diproyeksikan sampai dengan Tahun 2020 sebelum dihitung dengan rumus mobile combustion dengan menggunakan cara yang sama saat memproyeksikan jumlah kendaraan (sepeda motor).

2.  Perhitungan Jumlah Bahan Bakar
Dalam perhitungan jumlah bahan bakar ini, data-data yang diperlukan adalah data jumlah bahan bakar dan energy content. Dimana data jumlah bahan bakar ini didapatkan dari instansi seperti PT. Pertamina dan telah diproyeksikan hingga Tahun 2020 sedangkan data energy contentdidapatkan dari literatur (IPCC Guidence, 2006).
Persamaan yang digunakan adalah persamaan 15 berikut.
Fuela = jumlah bahan bakar x energy content ……….(15)

3.  Perhitungan Jumlah Emisi CO2 dari Masing-masing Jenis Bahan Bakar.
Dalam perhitungan jumlah emisi CO2, data-data yang diperlukan adalah data jumlah bahan bakar yang didapat dari perhitungan sebelumnya serta data faktor emisi.
Dalam perhitungan kali ini, dijelaskan contoh perhitungan pada tahun 2010. Dimana persamaan yang digunakan adalah persamaan 16 berikut.

4.  Didapatkan Jumlah Emisi CO2 dari Masing-masing Jenis Bahan Bakar Bensin dan Solar Tahun n - 2020

5.  Didapatkan Grafik Jumlah Emisi CO2 dari Masing-masing Jenis Bahan Bakar Bensin dan Solar Tahun n - 2020


Perhitungan dengan persamaan Mobile 6 :
  Perhitungan Konversi Jumlah Kendaraan
Sebelum menghitung emisi CO2, data kendaraan terlebih dahulu dikonversikan ke dalam satuam mobil penumpang (smp). Contoh perhitungan konversi ini adalah untuk kendaraan pada tahun 2010. Dimana persamaan yang digunakan adalah menggunakan persamaan 17.
n = m x FK  ……….(17)
Dimana :
n  = jumlah kendaraan setelah dikonversi (smp)
m = jumlah kendaraan sebelum dikonversi (kendaraan)
FK = Faktor Konversi (smp/kendaraan)

  Perhitungan emisi CO2 menggunakan Faktor Emisi Kendaraan Bermotor (Suhadi, 2008)
Perhitungan di bawah ini adalah perhitungan pada tahun n.

1. Ringkasan BBM suatu Kota Tahun n – 2020
BBM suatu Kota yang telah diproyeksikan sampai dengan Tahun 2020 sebelum dihitung dengan rumus mobile combustion dengan menggunakan cara yang sama saat memproyeksikan jumlah kendaraan (sepeda motor).
2. Ringkasan Jumlah Kendaraan suatu Kota Tahun n – 2020
Jumlah Kendaraan suatu Kota yang telah diproyeksikan sampai dengan Tahun 2020 sebelum dihitung dengan rumus mobile 6, dengan menggunakan cara yang sama saat memproyeksikan jumlah kendaraan (sepeda motor) dan telah dikonversi ke dalam satuan mobil penumpang (smp).
3. Perhitungan Fraksi Kendaraan
Dalam perhitungan fraksi kendaraan ini, data-data yang diperlukan adalah data jumlah kendaraan. Dimana data jumlah kendaraan ini dikelompokkan berdasarkan jenis bahan bakarnya yakni bahan bakar bensin dan solar.
Perhitungan menggunakan persamaan 18 berikut.

4. Perhitungan Faktor Emisi
Dalam perhitungan faktor emisi ini, data-data yang diperlukan adalah data faktor emisi yang berasal dari Suhadi, 2008. Dimana persamaan yang digunakan adalah persamaan 19 berikut.
Dimana :
Densitas bensin  = 0,63 kg/l
Densitas solar  = 0,7 kg/l

Data faktor emisi Suhadi, 2008 adalah :
Kategori
CO2
(g/kg BBM)
Sepeda Motor
3.180
Mobil (bensin)
3.180
Mobil (solar)
3.172
Bis
3.172
Truk
3.172
Sumber : Suhadi, 2008

FE spd. motor = 3180 g/kg BBM x 0,63 kg/l
= 2003,4 gram/l

Tabel Hasil Perhitungan Faktor Emisi Berdasarkan Jenis Kendaraan :
Kategori
CO2
(g/kgBBM) 
Densitas(kg/L)
FaktorEmisi(kg/L)
Sepeda Motor
3.180
0,63
2003,4
Mobil (bensin)
3.180
0,63
2003,4
Mobil (solar)
3.172
0,7
2220,4
Bis
3.172
0,7
2220,4
Truk
3.172
0,7
2220,4


5. Perhitungan Emisi 1 liter Kendaraan
Dalam perhitungan emisi 1 liter kendaraan ini, data-data yang diperlukan adalah data fraksi kendaraan, data jumlah kendaraan dan data faktor emisi yang berasal dari Suhadi, 2008. Dimana persamaan yang digunakan adalah persamaan 20 berikut.



6. Perhitungan Jumlah Emisi CO2 dari Masing-masing Jenis Kendaraan.
Dalam perhitungan jumlah emisi CO2, data-data yang diperlukan adalah data rata-rata jumlah bahan bakar per kendaraan yang didapat dari perhitungan serta data total emisi 1 liter kendaraan. Dimana persamaan yang digunakan adalah persamaan 21 sebagai berikut.


7. Total Jumlah Emisi CO2 dari Masing-masing Jenis Kendaraan Bensin dan Kendaraan Solar.

8. Grafik Total Jumlah Emisi CO2 dari Masing-masing Jenis Kendaraan Bensin dan Kendaraan Solar Tahun n - 2020.




Referensi