Catatan Orang Awam

aku ini hanya seperti anak kecil yang bermain di tepi laut yang menemukan batu halus dan kerang yang lain dari biasanya, tetapi samudera kebenaran itu sendiri tetap tertutup bagiku. -Isaac Newton-
Total Pageviews
Flag Counter SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Labels

Al Khawarizmi


Pernahkah kamu mendengar kata aljabar atau kata algoritma? Dalam belajar matematika, nanti kamu juga akan mendapati dua kata ini. Tapi, tahukah kamu siapa penemunya? Hhmm..pasti deh ada yang menebak bahwa penemunya berasal dari ilmuwan Barat. Padahal sebenarnya ia adalah seorang ilmuwan muslim yang bernama Al-Khawarizmi. Siapakah sebenarnya Al-Khawarizmi itu? Yuk kita cari tahu…

Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Ia lahir di Khawarizmi, Uzbeikistan pada tahun 194 H/780 M. Ketika ia masih kecil, kedua orangtuanya pindah ke sebuah tempat di selatan kota Baghdad (kalau sekarang disebut Irak).  Di dunia Barat, ia dikenal sebagai Al-Khawarizmi, Al-Cowarizmi, Al-Ahawizmi, Al-Karismi, Al-Goritmi, Al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lainnya.

Al-Khawarizmi dikenal sebagai orang yang memperkenalkan konsep algoritma dalam matematika. oleh sebab itulah konsep ini disebut Algorism/Algoritma yang diambil dari nama belakangnya. Algoritma umumnya digunakan untuk membuat diagram alur (flowchart) dalam ilmu komputer/informatika.

Kepandaian dan kecerdasannya mengantarkannya masuk ke lingkungan Dar al-Hukama (Rumah Kebijaksanaan), sebuah lembaga penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang didirikan oleh Ma’mun Ar-Rasyid, seorang khalifah Abbasiyah yang terkenal. Ia juga bekerja dalam sebuah observatory yaitu tempat belajar matematika dan astronomi. Selain itu ia juga dipercaya untuk memimpin perpustakaan khalifah.

Selain ahli dibidang matematika, Al-Khawatizmi juga menekuni bidang astronomi, astrologi, dan geografi. Di bawah Khalifah Ma’mun, sebuah tim astronom yang dipimpinnya berhasil menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Di bidang geografi, Al-Khawarizmi juga pernah memimpin tujuh puluh orang geografer untuk membuat peta dunia pertama pada tahun 830. Waah…hebat yah??

Al-Khawarizmi juga yang pertama kali memperkenalkan teori aljabar dan hisab. Oh iya, nama aljabar diambil dari bukunya yang terkenal itu looh yang berjudul al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabalah (Ringkasan Perhitungan Aljabar dan Perbandingan). Dalam bukunya itu diuraikan pengertian-pengertian geometris.

Ia juga menyumbangkan teorema segitiga sama kaki yang tepat, perhitungan tinggi serta luas segitiga, dan luas jajaran genjang serta lingkaran. Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus dan kotangen serta konsep diferensiasi. Oleh karena itulah Al-Khawarizmi juga disebut sebagai Bapak Aljabar.

Al-Khawarizmi juga memperkenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan tentang angka 0 (nol) yang dalam bahasa Arab disebut sifr. Angka nol baru dikenal dan dipergunakan orang Barat sekitar 250 tahun setelah ditemukan oleh al-Khawarizmi. Sebelumnya para ilmuwan mempergunakan abakus, semacam daftar yang menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya, untuk menjaga agar setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan dalam hitungan.

Al-Khawarizmi juga menyusun buku tentang penghitungan waktu berdasarkan bayang-bayang matahari. Al-Khawarizmi meninggal pada 262 H/846 M di Baghdad. Walaupun ia sudah lama meninggal, namun ilmu yang ia hasilkan masih kita gunakan sampai saat ini.



Sumber

Al-Biruni




Abu rayhan Muhammed Ibnu Ahmad Al-Biruni terlahir menjelang terbit fajar pada 4 september 973 M di Kath (Kiva sekarang). Sebuah kota di sekitar wilayah aliran sungai Oxus, Khwarizm (Uzbekistan). Masa kecilnya tidak banyak diketahui. Al-biruni dalam biografinya mengaku sama sekali tidak mengenal ayahnya dan hanya sedikit mengenal kakeknya.


Selain menguasai beragam ilmu pengetahuan, Al-biruni juga fasih dengan sederet bahasa seperti Arab, Turki, Persia, Sansekerta, Yahudi dan Suriah. Semasa muda dia menimba ilmu matematika dan astronomi dari Abu Nasir Mansur.

Menginjak usia 20 tahun, Al-Biruni telah menulis beberapa karya dibidang sains. Dia juga kerap bertukar pikiran dan pengalaman dengan Ibnu Sina, Imuwan besar Muslim lainnya yang begitu berpengaruh di Eropa. 

Al-Biruni tumbuh dewasa dalam situasi politik yang tidak menentu. Ketika berusia 20 tahun, Dinasti Khwarizmi digullingkan oleh Emir Ma’mun Ibnu Muhammad dari Gurgan. Saat itu, Al-Biruni meminta perlindungan dan mengungsi di Istana Sultan Nuh Ibnu Mansur.


Karya Abu rayhan Muhammed Ibnu Ahmad Al-Biruni yang sangat berpengaruh pada masa sekarang ini diantaranya :

Sejarah
Pada 998 M, Sultan dan Al-Biruni pergi ke Gurgan di Laut Kaspia. Dia tinggal di wilayah itu selama beberapa tahun. Selama tinggal di gurgan, Al-Biruni menyelesaikan salah satu karyanya The Chronology of Ancient Nations. Sekira 11 tahun kemudian, dia kembali ke Khwarizmi.

Sekembalinya dari Gurgan, Al-Biruni menduduki jabatan terhormat sebagai penasehat sekaligus pejabat istana bagi pengganti Emir Ma’mun. pada 1017, situasi politik kembali bergolak menyusul kematian anak kedu Emir Ma’mun akibat pemberontakan. Khwarizmi pun diinvasi oleh Mahmud Ghazna pada 1017. Mahmud lalu membawa para pejabat istana Khwarizmi untuk memperkuat kerajaanya yang bermarkas di Ghazna, afganistan. Al-Biruni adalah seorang Ilmuwan dan pejabat istana yang ikut diboyong. Selain itu, ilmuwan lainnya yang dibawa Mahmud ke Ghazna adalah matematikus, Ibnu Iraq, dan seorang dikter, Ibnu Khammar.

Untuk meningkatkan prestise istana yang dipimpinnya, Mahmud sengaja menarik para sarjana dan ilmuwan ke istana Ghazna. Mahmud pun melakukan beragam cara untuk mendatangkan para ilmuwan ke wilayah kekuasaanya. Ibnu Sina sempat menerima undangan bernada ancaman dari Mahmud agar dating dan mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya di istana Ghazna.

Meski Mahmud terkesan memaksa. Al-Biruni menikmati keberadaanya di Ghazna, Di Istana, dia dihormati dan dengan leluasa dapat mengembangkan pengetahuan yang dikuasainya. Salah satu tugas Al-Biruni adalah menjadi astrolog istana bagi Mahmud dan penggantinya.

Indologi
Pada 1017 hingga 1030, Al-Biruni berkesempatan melancong ke India. Selama 13 tahun, dia mengkaji seluk-beluk India hingga melahirkan apa yang disebut Indologi atau studi tentang India. Di negeri Hindustan itu dia mengumpulkan beragam bahan bagi penelitian monumental yang dilakukannya. Dia mengorek dan menghimpun sejarah, kebiasaan, keyakinan atau kepercayaan yang dianut masyarakat di subbenua India.

Selama hidupnya, Al-Biruni menghasilkan karya besar dalam bidang Astronomi lewat Masudic Canon yang didedikasikan kepada putra Mahmud, yaitu Ma’sud. Atas karyanya itu, Ma’sud menghadiahkan seekor gajah bermuatan penuh dengan perak. Namun, Al-Biruni mengembalikan hadiah yang ditermanya itu ke kas Negara. Sebagai bentuk penghargaan, Ma’sud juga menjamin Al-Biruni dengan uang pension yang dapat membuatnya tenang beristirahat serta terus mengembangkan ilmu pengetahuan.

Al-Biruni lalu menulis buku astrologi, yaitu The Elements of Astrology. Selain itu, sang ilmuwan itupun menulis sederet karya dalam kedokteran, geografi, serta fisika.

Astronomi
Al-Biruni telah menulis risalah tentang astrolabe serta memformulasikan table Astronomi untuk Sultan Ma’sud, “Papar Will Durant tentang kontribusi Al-Biruni dalam bidang Astronomi. Selain itu, Al-Biruni juga berjasa menuliskan risalah tentang planisphere dan armillary sphere. Dia bahkan mengatakan bahwa bentuk bumi adalah bulat.

Al-Biruni tercatat sebgai astronom yang melakukan percobaan yang berhubungan dengan fenomena astronomi. Dia menduga galaksi bima sakti adalah kumpulan sejumlah bingtang. Pada 1031 dia merampungkan ensiklopedia astronomi yang sangat panjang, Al-Qanun Al Mas’udi.

Astrologi
Selain itu, Al-Biruni merupakan ilmuwan yang pertama kali membedakan istilah astronomi dengan satrologi. Hal itu dilakukannya pada abad ke-11 M. dia juga menghasilkan berbagai karya penting dalam bidang astrologi.

Ilmu Bumi dan Kartografi
Dalam ilmu bumi, Al-Biruni menghasilkan sejumlah sumbangan penting sehingga dia dinobatkan sebagai “Bapak Geodesi”. Dia juga memberi kontribusi signifikan katografi, geologi,geografi dan mineralogy. Kartografi adalah ilmu membuat peta atau globe. Pada usia 22 tahun, Al-Biruni telah menulis karya penting dalam kartografi, yakni sebuah setudi tentang proyeksi pembuatan peta.

Geodesi, Geografi, Geologi, dan Mineralogi
Pada usia 17 tahun, Al-Biruni sudah mampu menghitung garis lintang Kath Khwarizmi dengan menggunakan ketinggian matahari. “kontribusi penting dalam bidang geodesi dan geografi telah disumbangkan Al-Biruni. Dia telah memeperkenalkan teknik mengukur bumi dan jaraknya menggunakan triangulasi,” papar John J. O’Connor dan Edmund F. Robertson dalam MacTutor History of Mathematics.
Al-Biruni juga telah menghasilkan karya dalam bidang geologi. Salah satunya dia menulis tentang geologi India. Sementara itu dalam bidang mineralogy dia menulis kitab berjudul Al-Jawahir atau Book of Precious Stones yang menjelaskan beragam mineral. Dia mengklasifikasikan setiap mineral berdasarkan warna, bau, kekerasan, kepadatan, serta beratnya.

Metode Sains dan Optik
Al-Biruni telah berperan mengenalkan metode saintifik dalam setiap bidang yang dipelajarinya. Misalnya, dalam Al-Jamawir yang sangat eksperimental. Pada bidang optik, Al-Biruni bersama Ibnu Al-Haitham termasuk ilmuwan pertama yang mengkaji dan mempelajari ilmu optik. Dialah yang pertama kali menemukan bahwa kecepatan cahaya lebih cepat dari kecepatan suara.

Antropologi
Dalam ilmu social, Al-Biruni didapuk sebagai antropolog pertama didunia. Dia menulis secara detail studi kompertaif terkait antropologi manusia, agama, dan budaya di Timur Tengah, Mediterania, dan Asia Selatan. Dia dipuji sejumlah ilmuwan karena telah mengembangkan antropologi Islam. Dia juga mengembangkan metodelogi yang canggih dalam studi antropologi.

Matematika
Al-Biruni tercatat sebagai pelopor eksperimental lewat penemuan konsep reaksi waktu. Pad usia 27 tahun, dia telah menulis buku sejarah yang berjudul Chronology. sayangnya buku ini telah hilang. Dalam kitab yang ditulisnya, Fi Tahqiq ma Li’I-Hid atau penelitian tentang India, dia membedakan metode saintifik dengan metode histories. Dia juga memberikan sumbangan yang signifikan bagi pengembangan matematika, khusunya dalam bidang teori dan praktik aritmatika, bilangan irasional, teori rasio, geometri, dan lainnya.

“Dia salah satu ilmuwan terbesar dalam sejarah manusia”. Begitulah Al-Sabra menjuluki Al-Biruni, ilmuwan muslim serba bisa dari abad ke 10M. bapak sejarah Sains Barat, George Sarton pun mengagumi kiprah dan pencapaian Al-Biruni dalam beragam disiplin ilmu. ‘Semua pasti sepakat bahwa Al-Biruni adlaah seoarang Ilmuwan yang sangat hebat sepanjang zaman”, cetus Sarton.

Bukan tanpa alas an jika Sarton dan Serba mendapuknya sebagai ilmuwan yang agung. Sejatinya, Al-Biruni memang seorang saintis yang fenimenal. Sejarah mencatat Al-Biruni sebgaia sarjana muslim pertama yang mengkaji dan mempelajari seluk-beluk India dan tradisi Brahminical. Kerja kerasnya ini menobatkannya sebagai “Bapak Idiologi”

Psikologi Eksperimental
Di era keemasan Islam, Al-Biruni telah meletakkan dasar-dasar satu cabang keilmuwan tertua yang berhubungan dengan fifik bumi. Sebagai ilmuwan yang menguasai beragam ilmu, Al-Biruni jugan menjadi pelopor dalam berbagai metode pengembangan sains. Sejrah sains mencatat, ilmuwan yang hidup diera kekuasaan dinasti Samanid itu merupakan salah satu pelopor metode saintifik eksperimental. Dialah ilmuwan yang bertanggunag jawab memperkenalkan metode eksperimental dalam ilmu mekanik. Al-Biruni juga tercatat sebgaia seorang perintis psikologi eksperimental.

Al-Biruni merupakan saintis pertama yang menelaborasi eksperimaen yang berhubungan dengan fenomena astronomi sumbangan yang dicurahkanya untuk pengembangan ilmu pengetahuan sungguh tidak ternilai. Al-Biruni pun tidak hanya menguasai beragam ilmu seperti fisika, Antropologi, psikologi, kima, astrologi, sejarah, geografis, geodesi, matematika, farmasi, kedokteran dan filsafat, tetapi juga turut memberikan kontribusi yang begitu besar bagi setiap ilmu yang dikuasainya dengan menjadi seorang guru yang sangat dikagumi para muridnya.

Al-Biruni wafat di usai 75 tahun pad 13 Desember 1048 di Ghazna. Untuk mengenang jasanya, pada astronom mengabadikan nama Al-Biruni di kawah bulan.





Referensi
Referensi

Albert Einstein


Albert Einstein adalah seorang ilmuwan ilmuwan fisika teoretis terhebat abad ke-20. Cendekiawan tak ada tandingannya sepanjang jaman. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi.

Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoritis".Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.

Rumus Einstein yang paling terkenal adalah:


E = energi
m = massa
c = kecepatan cahaya

Albert Einstein dilahirkan di Ulm, Kerajaan Wuettemberg, Prusia Raya (sekarang Jerman) pada tanggal 14 Maret 1879. Beliau terlahir sebagai putra sulung dari pasangan Hermann Einstein dan Pauline Koch. Ayahnya berprofesi sebagai pedagang kasur bulu. Di waktu kecilnya Albert Einstein nampak terbelakang karena kemampuan bicaranya amat terlambat. Wataknya pendiam dan suka bermain seorang diri.

Pada saat sekolah di tingkat SD, Einstein sama sekali tidak menampakkan kecemerlangan otaknya. Ia tidak menyukai disiplin sekolah yang keras. Tak heran jika guru-guru menganggapnya pemalu, bodoh, malas belajar, dan pelanggar tata tertib. Ia juga tidak menyukai mata pelajaran hapalan seperti Sejarah, Geografi, dan Bahasa. Ia tidak suka menghafalkan fakta dan data. Minatnya hanya pada fisika dan matematika, terutama teori. Kegemaran utama Einstein adalah membaca, berpikir, dan belajar sendiri.

Karena hanya mau mempelajari fisika dan matematika, ia tamat SMP tanpa mendapat ijazah. Pada saat yang bersamaan, perusahaan ayahnya bangkrut. Terpaksa ia meninggalkan Jerman dan ikut orangtuanya ke Swiss. Dan di sana Einstein melanjutkan sekolah ke SMA dan berhasil lulus. Pada tahun 1894, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat kota Milan). Ketika akan melanjutkan ke perguruan tinggi, ia harus mengulang sampai dua kali. Dan akhirnya ia diterima di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule) di Zurich, Swiss.

Pada usia 21 tahun Einstein dinyatakan lulus. Setelah lulus, Einstein berusaha melamar pekerjaan sebagai asisten dosen, tetapi ditolak. Akhirnya Einstein mendapat pekerjaan sementara sebagai guru di SMA. Kemudian dia mendapat pekerjaan di kantor paten di kota Bern, Swiss. Selama masa itu Einstein tetap mengembangkan ilmu fisikanya.

Tahun 1905 adalah tahun penuh prestasi bagi Einstein, karena pada tahun ini ia menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Pada tahun itu terbitlah empat tulisannya tentang teori relativitas dalam majalah sains Annalen der Physik. Tulisannya ini mengundang banyak kontroversi dan perdebatan di antara para ilmuwan ternama saat itu. Salah satu tulisannya tersebut diselesaikannya dalam lima minggu setelah mengendap dalam pikirannya sejak dia berusia 16 tahun. Hanya dalam beberapa tahun saja tulisan-tulisannya ini, terutama yang menyangkut relativitas, telah mengangkatnya menjadi salah seorang ilmuwan paling cemerlang di dunia.

Tahun 1909, Albert Einstein diangkat sebagai profesor di Universitas Zurich. Ia menyelesaikan kedua teori relativitasnya pada tahun 1915. Selain itu Einstein juga mengembangkan teori kuantum dan teori medan menyatu. Meskipun Einstein teramat terkenal dengan "teori relativitas"-nya, keberhasilan karyanya di bidang ilmiah lain juga membuatnya tersohor selaku ilmuwan dalam setiap segi. Hal ini dibuktikan dengan diberikanya penghargaan Hadiah Nobel pada tahun 1921 di bidang ilmu fisika.

Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, Albert Einstein meninggal dunia dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah sejarah dunia.



Sumber

Galileo Galilei


Galileo Galilei adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah. Galileo dilahirkan di Pisa, Tuscany pada tanggal 15 Februari 1564 sebagai anak pertama dari Vincenzo Galilei, seorang matematikawan dan musisi asal Florence, Giulia Ammannati. Ayahnya berharap kelak Galileo menjadi seorang dokter karena gajinya begitu besar, berpuluh-puluh kali gaji ahli matematika.

Oleh karena itu, pada usia 17 tahun ia masuk Universitas Pisa jurusan Kedokteran. Karena merasa bosan dengan ilmu kedokteran, Galileo mempelajari matematika pada seorang guru di istana Tuscana, yakni Ostillo Ricci. Galileo berhenti kuliah karena kekurangan biaya saat berusia 21 tahun. Ia kembali ke Florence dan memulai karirnya sebagai pengarang. Karyanya mengenai neraca hidrostatik (1586) dan pusat gaya berat pada benda (1589) membuatnya menjadi begitu terkenal di seluruh Italia. Akhirnya, ia diangkat menjadi dosen di Universitas Pisa. Kemudian ia pindah ke Universitas Padua untuk mengajar geometri, mekanika, dan astronomi sampai tahun 1610. Pada tahun 1592 ia diangkat menjadi guru besar matematika di Universitas Padua.

Sumbangan penting Galileo berkaitan dengan bidang mekanika adalah mengenai benda yang lebih berat jatuh lebih cepat dibandingkan dengan benda yang lebih ringan. Galileo melakukan percobaan dengan menjatuhkan berbagai benda yang berbeda ukuran maupun massanya (beratnya) dari menara pisa (Italia). Hasil percobaannya menunjukan bahwa, baik benda berat maupun ringan jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara.

Penemuan Galileo lainnya adalah Hukum Kelembaman. Hukum ini menjelaskan bahwa jika kekuatan melambat seperti misalnya pergeseran, dapat dihilangkan, benda bergerak cenderung tetap bergerak lurus dengan laju tetap. Ini merupakan prinsip penting yang telah berulang kali ditegaskan oleh Newton dan digabungkan dengan sistemnya sendiri sebagai hukum gerak pertama salah satu prinsip vital dalam ilmu pengetahuan.

Penemuan Galileo yang paling terkenal adalah di bidang astronomi. Pada tahun 1608 Hans Lippershey, seorang ahli optika Belanda, menemukan teleskop. Karena didorong oleh kehendak yang kuat untuk membuktikan kebenaran gagasan Copernicus yang mengatakan bahwa matahari sebagai pusat tata surya, maka Galileo menyempurnakan teleskopnya dengan kemampuan pembesaran 33 kali. Dengan demikian Galileo menjadi orang pertama yang mengamati langit menggunakan teleskop. Dengan teleskopnya ini ia berhasil menemukan cincin Saturnus, empat buah bulan Yupiter, gunung-gunung dan kawah di bulan sehingga ia menjadi begitu terkenal di seluruh dunia hingga sekarang.

Ia juga menemukan kenyataan bahwa galaksi sebenarnya adalah gugusan bintang yang jumlahnya berjuta-juta. Galileo juga merupakan salah satu orang Eropa pertama yang mengamati bintik matahari. Selanjutnya, penelitiannya beralih ke planet Venus. Ia menemukan bahwa planet Venus memiliki jangka yang sangat mirip dengan jangka bulan.

Galileo meninggal pada tahun 1642. Walaupun Galileo sudah meninggal, namun teori-teorinya hingga kini tetap dipakai di seluruh dunia. Ia adalah orang pertama di dunia yang menggunakan perhitungan matematika dalam menganalisis/ mempelajari mekanika. Ia juga orang pertama yang menghubungkan fisika dan astronomi dengan matematika, bukan dengan filsafat tradisional. Ia merupakan orang yang menemukan hukum benda jatuh, hukum bandul, hukum gerak yang selanjutnya dirumuskan oleh Newton. Ia juga penemu termometer, teleskop (teropong bintang), dan teori matematik gerak parabola.


Sumber

Daniel Bernoulli

Daniel Bernoulli

Daniel Bernoulli
Lahir8 Februari 1700
Groningen, Belanda
Meninggal8 Maret 1782 (umur 82)
Basel, Switzerland
Dikenal atasPrinsip BernoulliTeori kinetika gasTermodinamika
Tanda tangan



Daniel Bernoulli lahir pada tahun 1700 dari sebuah keluarga yang memiliki sejarah panjang sebagai ahli matematika. Ketika beliau lahir, ayahnya menjadi ketua jurusan matematika di universitas Gruningen, Belanda. Ayahnya Bernoulli memiliki pengaruh yang kuat dalam perkembangan Daniel Bornoulli sendiri. Bahkan ayahnya Bernoulli mempunyai keinginan agar Daniel Bernoulli menjadi seorang pedagang bukan seorang ahli matematika seperti dirinya. Namun Daniel Bernoulli tidak menyetujui keinginan ayahnya.

Sama seperti ayahnya Bernoulli, dulu kakek Bernoulli juga menginginkan ayahnya bernoulli menjadi seorang pedagang. Tetapi ayahnya bernoulli menolak keinginan kakeknya tersebut, dan malah menjadi ahli matematika.
Ya benar, secara tidak langsung, tindakan yang dilakukan bernoulli tanpa disadari adalah pengulangan dari tindakan yang dilakukan oleh ayahnya untuk menolak keinginan kakeknya Bernoulli.

Seperti ayahnya, Daniel Bernoulli malah jatuh cinta pada ilmu matematika. Namun seiring berjalannya waktu, ayahnya Bernoulli memutuskan agar Bernoulli lebih baik menjadi dokter daripada menjadi ahli matematika, karena menurut ayahnya, menjadi ahli matematika tidak akan menghasilkan banyak uang.

Di dunia kedokteran itu sendiri, Daniell Benoulli menemukan ketenarannya. Berbekal keahliannya dalam matematika, Bernoulli menemukan cara mengukur tekanan darah. Disitulah awal mula teori hidrodinamika yang terkenal itu terlahir.. Singkat cerita, pada saat Bernoulli hampir menyelesaikan teorinya, ayahnya Bernoulli yang ahli matematika itu mendapat penghargaan dari French Academy.
Dua tahun setelah ayahnya menerima penghargaan tersebut, Bernoulli akhirnya menyelesaikan teorinya dan diakui dalam dunia ilmiah. Sama seperti ayahnya, beliau menerima penghargaan juga dari French Academy.

Tiga tahun kemudian Bernoulli berusaha lebih fokus untuk menyempurnakan teorinya tersebut. Hingga pada akhirnya beliau berhasil dan menerbitkan sebuah buku berjudul “Hydrodynamica, by Daniel Bernoulli, Son of Johann”.

Pada akhirnya Bernoulli mendedikasikan dirinya untuk melayani masyarakat dan menjadi dokter umum.

Penemuan beliau menjadi acuan dasar pada konsep mekanika fluida.
Dan beberapa aplikasi teori bernoulli, dapat kita jumpai pada thermodinamika, kinematika dinamika, proses produksi, sistem hidrolik dan sistem pemipaan, bahan bakar pelumas, dan masih banyak lagi.

Semoga bermanfaat :)


Referensi :
http://blog.uad.ac.id/subakti/2011/12/14/daniel-bernoulli/
http://id.wikipedia.org/wiki/Daniel_Bernoulli

Isaac Newton


Sir Isaac Newton
Ilmuan berkebangsaan Inggris yang lahir di kota Woolsthorpe pada tahun 1643 dan meninggal di London pada tahun 1727. Beliau dikenal sebagai ahli matematika. fisika, dan filsafat. Temuannya yang terkenal, antara lain hukum gravitasi, hukum gerak, kalkulus, spektrum, dan teleskop pantul.  Bukunya yang terkenal adalah Principia dan Optika.

Masa kecil Newton cukup menyedihkan. Ayahnya seorang petani, meninggal beberapa bulan sebelum ia lahir. Beliau sendiri lahir sebelum waktunya (prematur). Ia kemudian diasuh oleh neneknya.

Pada umur 12 tahun, Newton masuk sekolah King's School di Grantham. Di sekolah ia sering diejek teman-temannya karena bodoh, pendiam, dan pemalu. Namun demikian, sifat keingintahuannya selalu lebih menonjol diantara teman-temannya.
Ia menemukan hukum gravitasi. Gravitasi Newton, Hukum-; setelah sekian lama mengupas kejadian buah apel jatuh. Ia pun berpikir mengapa jatuhnya selalu ke bawah, tidak ke samping?
Temuannya ini membawanya menjadi ilmuwan besar pada zamannya. Ia pun diberi gelar kebangsawanan "Sir" oleh Ratu Anne pada tahun 1705. Meskipun demikian, ia tetap merasa kecil, seperti yang pernah dinyatakan sebelum ia meninggal. "Aku ini hanya seperti anak saja yang main-main di tepi laut, yang telah menemukan batu halus dan kerang yang lain dari biasanya, tetapi samudera kebenaran itu sendiri tetap tertutup bagiku". Ya benar, kata yang saya ambil dan saya tulis dibagian atas blog saya.

Dari sekian banyak penemuan-penemuan dan karya-karya beliau, sehingga beliau menjadi salahsatu acuan dari perkembangan-perkembangan teknologi sekarang ini, beliau tetap rendah hati dan tidak sombong. Terbukti dari kata-kata beliau yang bisa dijadikan motivasi untuk "ketidaksombongnya" kita.
"Jika saya bisa melihat jauh lebih banyak, itu semata-mata karena saya berdiri di atas pundak para raksasa."
Kalau beliau yang penemuan dan karyanya yang berguna buat perkembangan teknologi sekarang saja tidak sombong, lalu apa alasan kita sebagai orang awam untuk menyombongkan sesuatu?

Refrensi